Loading... | Live
Palestina Suriah Afghanistan
TERKINI
Update terkini kondisi kaum Muslimin di Palestina dan Gaza Perkembangan terbaru situasi Suriah pasca pembebasan Damaskus Berita perjuangan Muslimin di Afghanistan dan Asia Tengah Analisis mendalam geopolitik dunia Islam global Menyongsong Fajar yang Dijanjikan — Futuhat Media Update terkini kondisi kaum Muslimin di Palestina dan Gaza Perkembangan terbaru situasi Suriah pasca pembebasan Damaskus Berita perjuangan Muslimin di Afghanistan dan Asia Tengah Analisis mendalam geopolitik dunia Islam global Menyongsong Fajar yang Dijanjikan — Futuhat Media

Ayah Sang Panglima di Tenda Tambal Sulam: Sebuah Tamparan bagi Para Pemfitnah

Januari 07, 2026



Ayah sang panglima Abu Ubaidah, duduk di dalam tenda yang tambal sulam, tidak dijaga oleh iring-iringan pasukan khusus, tidak dinaungi oleh hak istimewa, tidak mengenal jalan menuju hotel nan nyaman maupun panggung popularitas.


Seorang pria yang melahirkan sosok yang  menjadi simbol perlawanan di seluruh penjuru bumi. Sedangkan dirinya menjadi simbol dari kesunyian yang bersahaja. Berteman setia kelaparan dan kepenatan berat layaknya warga Gaza yang lain.


Tenda miliknya adalah bukti tegas bahwa jalan ini bukanlah perdagangan, bahwa darah yang tertumpah tidak ditukar dengan keuntungan, dan bahwa orang yang mendidik para pahlawan tidak mendidik anak-anaknya demi remahan duniawi. 


Inilah ayah Abu Ubaidah, duduk di tempat yang sama dengan kaum yang terlupakan  untuk membongkar kedok komplotan kaum munafiqin yang  menjual akhirat mereka dengan dunia dan rela menjadi hamparan pijak tirani angkara. 


(Semoga Allah mengumpulkan Abu Ubaidah dan seluruh syuhada di dalam syurgaNya)

Ketika Dunia Menutup Pintu: Jalan Terakhir Sang Pemilik Tongkat

Januari 07, 2026


Kelompok perlawanan tidak pernah bersifat nihilistik (asal tabrak) dan tidak pernah condong ke pertempuran kecuali setelah dunia menutup semua pintunya terhadap rakyat kami.

Pemilik tongkat (Yahya Sinwar) itu sendiri tidak meninggalkan negara, pihak, atau mediator mana pun kecuali ia telah mengetuk pintunya, dan memberikan konsesi-konsesi yang menyakitkan demi mendapatkan sedikit saja dari hak-hak rakyat kami.

Ia merajut benang-benang hubungan dengan Mesir, dengan Fatah dalam segala coraknya, dengan Uni Emirat Arab; semua marah atas tindakannya, dan ia menanggung rasa sakit yang besar demi meringankan beban rakyatnya.

Saya tidak akan melupakan kalimat yang selalu ia ulang: "Kami duduk bersama kaum terhormat dan yang tidak terhormat, demi rakyat kami dan sepotong roti mereka; kami duduk dalam pertemuan-pertemuan yang, demi Allah, kami tidak menyukainya dan merasa jiwa kami dicabut dari kami, kami lakukan itu demi rakyat kami."

Dua tahun sebelum pertempuran, ia mengancam dengan jelas:
"Kami akan membakar yang hijau dan yang kering di akhir tahun..."

Tahun itu berlalu, kemudian tahun lain, dan berbulan-bulan panjang dari tahun ketiga, sebelum ia memulai pertempurannya demi rakyatnya; setelah semua pintu ditutup, semua telinga tuli, dan pandangan dunia buta terhadap pelanggaran kehormatan rakyat kami di Tepi Barat dan AlQuds.

Jadwal pertempuran telah ditentukan sebelum Oktober, dan ia telah menetapkan waktu tertentu untuknya sebelumnya; namun ia menundanya dalam upaya mencapai solusi politik alih-alih pertempuran, dan itu gagal.

Sejak dimulainya pertempuran hingga hari ini, tidak ada tawaran yang diajukan kepada "si hijau (HAMAS)" yang mengakhiri pembantaian dan ditolak oleh gerakan; semua yang ditawarkan kepadanya selalu bersyarat dengan kelanjutan pembantaian rakyat kami.

Pertempuran yang berdarah-darah, di mana gerakan HAMAS kehilangan 80% dari kepemimpinan politiknya di Gaza, dan hampir persentase yang sama dari kepemimpinan militernya.

Pertempuran berdarah-darah yang salah satu tujuan utamanya: menghapus keluarga-keluarga pejuangnya dari catatan sipil.

Pertempuran berdarah-darah, di mana ia mempersembahkan generasi-generasi berturut-turut dari kepemimpinan badan dan departemen; Allah menjadi saksi, dan kami pun menjadi saksi, bahwa ia telah mempersembahkan yang paling berharga dan termahal selama itu.

Sejarah Palestina kontemporer tidak mencatat gerakan Arab atau Palestina mana pun yang mengorbankan semua yang dimilikinya dari aset, kepemimpinan, dan kader dalam pertempuran penentu seperti yang dilakukan oleh "si hijau/HAMAS".

Akhirnya, saya mengungkapkan ini karena suara para penjahat semakin keras di negeri ini, dan sebagian dari mereka mengira sejenak bahwa suara kebenaran telah melemah, dan bahwa para pejuang adalah bagian dari masa lalu.

(Muhammad Haniya)