Kertas ini berisi wasiat dari sang Jubir brigade Izzuddin Al-Qassam Abu Ubaidah rahimahullah wa taqabbalah, ditulis dengan tangannya sendiri, berasal dari tahun 2006. Kalimatanya singkat namun bermakna dalam. Darinya kita belajar tentang akidah, kerendahan diri, ketundukan, dan kehinaan di hadapan Dzat Yang Maha Mulia, Mahasuci dan Mahatinggi. Semoga Allah menerimanya dan mengumpulkan kita bersamanya di surga kenikmatan.
Isi wasiat:
"{إِنَّ اللَّهَ اشْـتَـرَىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِـينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الْجَـنَّـةَ ۚ يُقَاتِـ.ـلُونَ فِي سَـبِـ.ـيلِ اللَّهِ فَيَـقْـ.ــتُلُونَ وَيُقْـ.ـتَلُونَ ۖ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنجِيلِ وَالْقُرْآنِ ۚ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ ۚ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُم بِهِ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ}.
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah, lalu mereka membunuh dan terbunuh. (Itu adalah) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.”
(AtTaubah: 111)
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi pilihan, guru yang agung, dan pejuang yang paling sempurna, yaitu Abul Qasim Muhammad bin Abdullah, beserta keluarganya yang suci, para sahabatnya yang mulia, para pengikutnya yang baik, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari ketika mata terbelalak.
Amma ba‘du:
اللهم ارحم عُبَيْدَك الذليل الفقير إليك، اللهم لا تجعل عمله فيمن قلت فيهم {وَقَدِمْنَا إِلَىٰ مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَّنثُورًا}.
اللهم احفظ دينك ومكن له في الأرض واشرح له قلوب العالمين
"Ya Allah, rahmatilah hamba-Mu yang hina lagi Faqir kepada-Mu. Ya Allah, janganlah Engkau jadikan amalnya termasuk orang-orang yang Engkau firmankan: “Dan Kami hadapkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu debu yang beterbangan.”
Ya Allah, jagalah agama-Mu, kokohkanlah ia di muka bumi, dan lapangkanlah hati-hati manusia untuk menerimanya.
Aku senantiasa berdoa kepada-Nya dengan penuh harap, dan memohon:
agar Dia menjaga Islam dari orang-ora
ng yang disesatkan."